IPI Kota Metro Dibentuk Kembali, Aan Gufroni Terpilih Jadi Ketua
Kota Metro, PerpusArsip – Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Cabang Kota Metro kembali dibentuk setelah sempat mengalami kevakuman kepengurusan. Dalam pertemuan penjaringan dan pemilihan pengurus periode 2026–2029 yang digelar di Ruang Inspiring Library Bait Al Hikmah, UIN Jurai Siwo Lampung, Aan Gufroni, S.IPust terpilih sebagai ketua.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si, mengatakan kevakuman IPI Kota Metro terjadi akibat sejumlah persoalan internal, baik di tingkat cabang maupun provinsi. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya koordinasi dan penguatan profesi pustakawan di daerah.
“Pembentukan kembali IPI ini menjadi momentum penting dan strategis bagi penguatan profesi pustakawan serta pengembangan dunia perpustakaan dan literasi di Kota Metro,” kata Farida, Selasa (20/01/2026).
Ia menegaskan IPI memiliki peran besar dalam meningkatkan kompetensi, integritas, dan solidaritas pustakawan. Melalui organisasi profesi ini, pustakawan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola perpustakaan, tetapi juga dituntut berperan sebagai agen perubahan dan penggerak literasi di masyarakat.
Menurut Farida, keberadaan IPI diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pustakawan, baik di perpustakaan umum, sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas. Selain itu, organisasi ini diharapkan menjadi ruang pengembangan kapasitas, berbagi pengetahuan, serta advokasi profesi pustakawan agar lebih diakui dan memiliki daya saing.
Ia juga mengajak seluruh pustakawan di Kota Metro menjadikan IPI sebagai sarana peningkatan profesionalisme, etika kerja, dan inovasi layanan perpustakaan. “Dengan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan perpustakaan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Farida berharap kepengurusan baru IPI Kota Metro dapat segera menyusun program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan literasi. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan visi menjadikan Kota Metro sebagai kota cerdas.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan dan sivitas akademika UIN Jurai Siwo Lampung, pustakawan dari berbagai instansi, pengelola perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi se-Kota Metro, serta undangan lainnya.
